Pasca Insiden Dugaan Keracunan, Pemda Mamasa Perketat Pengawasan Keamanan Pangan di Dapur MBG

NAVIGASIINDONESIA.COM, MAMASA — Pemerintah Daerah Kabupaten Mamasa terus menyikapi dugaan insiden keracunan yang dialami penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tabulahan, Senin (28/9/2026).

Peristiwa tersebut mendorong pemerintah daerah memperketat pengawasan terhadap keamanan pangan, khususnya bahan baku yang digunakan dalam penyediaan makanan bagi penerima manfaat program MBG.

Bupati Mamasa Pimpin Koordinasi SPPG

Langkah penguatan pengawasan dilakukan melalui rapat koordinasi yang dipimpin Bupati Mamasa Welem Sambolangi bersama Kepala Dinas Pangan Suriani T. Dellumaja.

Rapat tersebut turut melibatkan KAREG SPPG Provinsi Sulawesi Barat, Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Mamasa, Satgas MBG Kabupaten Mamasa serta 16 penanggung jawab SPPG aglomerasi di Kabupaten Mamasa.

Pertemuan itu juga melibatkan petani, pedagang dan pemasok bahan pangan segar yang menjadi bagian dari rantai pasok kebutuhan dapur MBG.

Pengawasan Diperkuat dari Hulu ke Hilir

Pemda Mamasa menekankan bahwa pengawasan keamanan pangan tidak hanya dilakukan ketika bahan pangan telah tiba di dapur SPPG.

Pengawasan perlu dilakukan sejak bahan pangan berada di tingkat petani dan pemasok, proses distribusi, penerimaan bahan di SPPG hingga tahapan pengolahan menjadi makanan siap konsumsi.

Langkah tersebut dilakukan untuk meminimalkan potensi risiko keamanan pangan dalam setiap tahapan penyediaan menu MBG.

Pemerintah daerah juga menegaskan pentingnya memastikan seluruh bahan pangan yang digunakan memenuhi standar keamanan dan kelayakan konsumsi.

Sampel Pangan Segar Akan Diperiksa

Selain rapat koordinasi, pemeriksaan terhadap bahan pangan segar di seluruh SPPG aglomerasi di Kabupaten Mamasa juga menjadi bagian dari langkah pencegahan.

Pemeriksaan dilakukan bersama Dinas Pangan dan perangkat daerah terkait dengan mengambil sampel serta melakukan pengujian terhadap Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) pada setiap mata rantai pasokan.

Pemeriksaan mencakup bahan pangan dari petani dan pemasok, proses distribusi, penerimaan bahan di dapur SPPG hingga sebelum bahan tersebut diolah menjadi makanan siap dikonsumsi.

SPPG Diminta Perketat Prosedur Penerimaan Bahan

Pemkab Mamasa mendorong seluruh penanggung jawab SPPG untuk memperketat prosedur penerimaan bahan pangan.
Setiap bahan yang masuk harus diperiksa kondisi, kelayakan dan kebersihannya sebelum digunakan sebagai bahan baku menu MBG.

Kebersihan dapur dan proses pengolahan juga menjadi bagian yang tidak kalah penting untuk diperhatikan guna memastikan makanan yang disajikan aman dikonsumsi.

Dorong Penggunaan Pangan Lokal

Dalam pengadaan bahan pangan, pemerintah daerah juga merekomendasikan pemanfaatan bahan pangan lokal.

Penggunaan pangan lokal dinilai dapat membantu memastikan asal-usul bahan lebih mudah ditelusuri sekaligus memperkuat keterlibatan petani dan pelaku usaha pangan di daerah dalam rantai pasok program MBG.

Dengan demikian, pengawasan tidak hanya berorientasi pada ketersediaan bahan makanan, tetapi juga mencakup aspek keamanan, kualitas dan keterlacakan sumber pangan.

Menyangkut Kelompok Penerima Manfaat

Penguatan pengawasan dinilai penting karena program MBG menyasar kelompok penerima manfaat yang membutuhkan perhatian terhadap kualitas dan keamanan pangan.

Program tersebut diperuntukkan bagi anak-anak sekolah, balita, ibu hamil dan ibu menyusui.

Karena itu, Pemkab Mamasa menilai koordinasi lintas sektor dan pengawasan berkelanjutan diperlukan agar pelaksanaan program MBG di Kabupaten Mamasa berjalan dengan memperhatikan aspek keamanan pangan serta pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat.

Pemerintah daerah berharap langkah penguatan pengawasan ini dapat menjadi bagian dari upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di lingkungan pelaksanaan program MBG.

Laporan : WALDI

Share Post